« Kewirausahaan

Nata Decoco Sragen

Unit Produksi Nata Decoco Sragen

 

Nama                                       : Sri Rahayu

 

Tempat / tgl Lahir                    : Sragen, 11 Maret 1980

Pendidikan                              : S2 Manajemen

Agama                                     : Islam

Alamat                                    : Sukorame RT 19 Kel. Kedawung Kec. Kedawung

Kabupaten / Kota                    : Sragen

Propinsi                                    : Jawa Tengah

 

 

LATAR BELAKANG

Awal mula mengembangkan Nata Decoco di daerah saya karena banyaknya limbah air kelapa, limbah tersebut tidak dimanfaatkan bila terus menerus akan mencemari lingkungan. Pada waktu masih belajar saya melihat di televisi kalau air kelapa bisa dimanfaatkan untuk membuat minuman Nata Decoco. Pada waktu masih sekolah di SMK Pertanian ada informasi kalau akan ada magang atau praktek kerja industri di Unit Produksi Nata Decoco di Jember. Pada saat itu saya sangat senang sekali akhirnya kesampaian juga keinginan saya untuk membuat Nata Decoco. Saya belajar membuat Nata Decoco di Jember selama dua bulan disana belajar membuat, manajemen dan juga pemasaran. Setelah pulang dari sana saya mencoba praktek ternyata berhasil. Hasil tersebut saya bagikan ke teman dan tetangga mereka ternyata suka dengan minuan Nata Decoco tersebut.

Saya berkeinginan mengembangkan Nata De Coco di daerah saya disamping menambah pendapatan bagi keluarga bisa juga menciptakan dan menyerap tenaga kerja, yang umumnya para ibu-ibu rumah tangga yang bisa menambah ekonomi keluarga. Pada awalnya modal dari keluarga sedikit demi sedikit untuk membeli peralatan kurang lebih sekitar 1 juta. Dan dari hasil penjualan tersebut untuk menambah-nambah terus bahan baku dan peralatan. Pada waktu itu tenaga kerjanya masih keluarga sendiri, adik dan ibu. Lalu melebar-lebar sekarang tenaga kerjanya sudah 7 orang kalau hari biasa dan bulan puasa sekitar 15 orang, yang rata-rata ibu rumah tangga pendidikan mereka rata-rata SD dan SLTP. Tapi mereka sudah cukup senang dengan upah yang kami berikan, karena bisa menambah pemasukan bagi keluarga dan mebantu ekonomi keluarga tidak hanya mengandalkan kepala keluarga.

Selain membuat Nata decoco pada tahun 2001 saya juga membuat tas mote, tempat tisu dan gantungan kunci tapi itu hanya sebentar sekitar 1 tahun karena hanya trend saja. Tenaga kerjanya juga sama dengan yang membantu membuat Nata Decoco, tapi dibawa pulang. Pemasarannya juga sudah sampai Irian dan Kalimantan. Disamping itu saya juga mengemas makanan ringan saya beli kiloan terus saya bungkus sendiri. Sehingga dengan begitu lebih menyerap Tenaga Kerja lagi khususnya untuk generasi muda untuk mengembangkan ide-ide dan menciptakan lapangan baru dan mengurangi pengangguran.

Sekarang pemasaran kami sudah meluas wilayah Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Solo, jogja, sidoarjo, ponorogo, Malang jawa timur dan Denpasar  Bali. Saya kekurangan bahan baku untuk menyuplai pabrik sehingga saya  membina petani nata decoco yang baru nanti hasil produksi saya ambil. Disamping itu tempat saya sebagai pusat pelatihan nata de coco bagi  masyarakat umum dan mahasiswa untuk penelitian gratis tanpa saya pungut biaya.

Dan setiap tahun juga dari siswa SMK Pertanian Jurusan Tekonlogi hasil Pertanian PKL ketempat kami selama 2 bulan dan dari smk jurusan kimia industry dari sukoharjo. Sudah sekitar 1000 siswa yang sudah ajari membuat Nata Decoco. Dan kami membuka bagi siapa saja yang ingin belajar atau PKL.

Untuk menambah pengetahuan saya secara akademis tahun 2009 saya kuliah ambil jurusan Ilmu dan Teknologi pangan. Penelitian yang saya ambil juga tentang nata tetapi subtitusi dengan limbah kupasan nanas lulus 2014 lalu lanjut S2 jurusan Magister Manajemen.

Selama kuliah di Ilmu dan Teknologi pangan ilmu saya bertambah sehingga saya berkeinginan mengembangkan produk berbahan baku local yang ada disekitar saya. Saya terus mengembangkan ide dan percobaan- percobaan sehingga bisa memproduksi bahan makanan dan minuman meskipun tidak semuanya murni dari kreasi saya. Tapi setidaknya bisa menambah nilai ekonomis dari bahan baku local. Banyak kelompok- kelompok binaan saya yang sudah berhasil baik dari masyarakat umum korban kekerasan dalam rumah tangga dari dinas sosial sudah berjalan 4 tahun,KUB dari Badan Diklat juga 4 tahun berjalan dan KWT 3 tahun berjalan yang berasal dari seluruh masyarakat kabupaten Sragen.

Saat ini Produk yang saya unggulkan selain nata decoco adalah karak organik beras merah tanpa bleng atau borak, pengawet dan MSG.selain itu produk yang saya hasilkan dan kelompok binaan antara lain :

  1. Stik ketela ungu
  2. Stik waloh
  3. Stik buah naga
  4. Stik bayam
  5. Stik wortel
  6. Stik kelapa muda
  7. Karak sehat beras putih
  8. Aneka minuman instan
  9. Aneka minuman kesehatan
  10. Pangsit ketela ungu
  11. Pangsit waloh
  12. Tiwul instan
  13. Ondhe-ondhe ketela ungu

Produk- produk diatas adalah produk dari kelompok binaan saya yang ada di kecamatan sambirejo yaitu KUB Sukarasa, KUB Mulyoroso, KUB pondok jaya rasa dan KUB Mekar rasa.

www.ixosoft.com © 2017 Powered by