« Inovasi Teknologi

BUDIDAYA ANGGUR DI SRAGEN

BUDI DAYA ANGGUR DI SRAGEN

Siasat Berkebun Anggur

Tanaman anggur selain dapat dibudidayakan dalam skala besar, bisa juga menjadi salah satu tumbuhan peneduh atau pengisi halaman. Tanaman ini tak perlu lahan luas dan batang utamanya dapat ditanam di polibag. Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP) Dinas Ketahanan Pangan Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Widodo, mengatakan untuk menanam anggur ini tak ada syarat khusus. Sama seperti tanaman buah lain, perlengkapan awal yang harus disiapkan adalah media  tanam. Widodo mengatakantanaman anggur suka tanah berpasir. Sehingga percampuran media tanam yang digunakan adalah tanah ladu/merah berpasir, sekam, dan  Pupuk kandang. Sekam berada di urutan paling bawah kemudian di atasnya pupuk kandang lalu tanah ladu. Media tanam tersebut lantas didiamkan selama sebulan, baru  kemudian diaduk. Sementara menunggu media tanam siap, pembudidaya dapat membuat parapara atau anjang untuk rambatannya. “Setelah media tanam siap, kita bisa

memindahkan bibit ke polybag atau planter bag atau langsung ke lubang tanam,” terang Widodo. Pupuk kandang yang tercampur di media tanam menjadi sumber pertumbuhan vegetatif. Pembudidaya dapat melakukan pemupukan ulang, atau menunggu pada fase generatifnya. Perawatan berikutnya adalah pemangkasan yang dilakukan pada bulan ke-7. Tujuannya untuk memacu pembungaan. Bunga tersebut biasanya muncul tak sampai sebulan setelah pemangkasan. “Pemupukan yang saya lakukan pada sepekan menjelang pangkas, kemudian  diulang sebulan sesudah pangkas  kemudian diulang lagi dua pekan berikutnya. Pupuk yang digunakan NPK Mutiara, per batang takarannya hanya enam gram yang dicairkan di air dua liter,” jelas Widodo. Sekurangnya sebulan pascapangkas, buah sudah mulai bermunculan. 105 hari kemudian, buah-buah itu dapat dipanen. Sehingga, dalam setahun tanaman anggur setidaknya dapat dipanen empat kali. Namun, anggur menuntut masa istirahat 20 hari setelah habis panen sampai saat pemangkasan, sehingga baiknya hanya dapat panen tiga kali. “Soal hama, selama ini belum menemukan yang berarti termasuk jamur. Anggur ninel termasuk varietas tahan hama dan cuaca. Sayangnya buah ini digemari lalat, saat buahnya menjelang matang, lalat menggerombol dan membuat buahnya rusak. Karena itu sebaiknya dipanen saat tingkat kematangan 5%,”

BUDI DAYA ANGGUR NINEL

Tanam Anggur Ninel di Sragen

Potensi budi daya anggur di Indonesia masih terbuka  lebar. Dibanding dengan kawasan subtropis, Indonesia sebagai negeri tropis dapat mengatur masa panen buah ini.

Sementara di negara subtropis, anggur hanya dapat panen sekali setahun. Buah yang berasal dari lembah di antara sungai Tigris dan Eufrat ini dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah pemangkasan pascapanen. Peluang itulah yang dilirik Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP) Dinas Ketahanan Pangan Kecamatan

Sambungmacan, Sragen, Widodo, yang menjajal budi daya anggur varietas ninel di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sunan Kalijaga Sambungmacan Jl. Solo- Ngawi. Widodo mengaku sudah tertarik budi daya anggur sejak beberapa tahun lalu.  Namun saat itu, ia hanya menanam jenis anggur minum atau wine yang bercitarasa asam. Setelah berselancar di Internet, Widodo akhirnya mendapati jenis anggur meja (konsumsi) yang dapat dibudidayakan di dataran rendah. “Waktu itu mendapat tawaran

anggur varietas ninel yang ukuran buahnya bisa sebesar koin Rp500 dengan tingkat kemanisan 16 briks. Saya membeli tiga batang dari salah seorang kawan di Tuban, Jawa Timur,” kata dia, Kamis (30/11). Dari tiga batang itu, Widodo menanam dua batang di lahan BPP pada Januari 2016. Batang yang tumbuh subur itu kemudian dicangkok menjadi 11 bibit baru. Seluruhnya kemudian ditanam di lahan yang sama sehingga totalnya berjumlah 13 batang. “September 2017 kami coba pangkas ke-13 batang anggur

ninel tersebut. Tidak disangka, bunganya justru berkembang luar biasa,” kata petugas yang sudah mengabdi 11 tahun itu. Widodo mengatakan hampir seluruh tunas  membawa bunga dan tak ada yang rontok meski ditimpa hujan. Bunga-bunga tersebut kini telah menjadi buah yang masa panennya hanya tinggal hitungan 75 hari lagi. Dari situlah, ia optimistis angur ninel dapat menjadi komoditas anyar menggantikan dominasi anggur impor. Pasalnya varietas anggur ini mampu menghasilkan sekurangnya 20- 30 kg per batang. “Ciri anggur ninel ini bentuk buah oval sedikit memanjang. Saat masih muda kulitnya hijau, kemudian berubah tua kehitaman saat masak.

 

Rasanya manis, segar, berbiji kecil, serta dapat dipanen awal pada tingkat kematangan 5%-10%,” kata dia. Dengan rekayasa menyesuaikan musim di negara asalnya, Ukraina, anggur ninel di Indonesia dapat dipanen hingga tiga kali setahun. Hitungannya setiap 120 hari sekali  atau dibuahkan langsung selepas panen dilakukan. Caranya dengan memangkas ujung batang tersier sepanjang lima daun, kemudian  menghilangkan daunnya sampai  ke ujung batang sekunder. Dari pangkal-pangkal daun yang hilang itulah, biasanya bunga muncul dan menjadi  buah, dua bulan kemudian. Ihwal produksi massal bibit, anggur ninel dapat diperbanyak lewat cangkok dan stek batang. Untuk cangkok, kelebihannya tak perlu menunggu batang sampai tua. Sementara stek harus menyesuaikan umur batang (warna kecokelatan). “Ninel itu termasuk direkomendasikan untuk dataran rendah. Apalagi jenis ini juga tahan jamur dan tahan terpaan musim hujan,”

 

Untuk Pemesanan Bibit Anggur Ninel

SMS/Telepon ke Goedang Bibit - 0852 2955 1466

 

 

www.ixosoft.com © 2017 Powered by