« Informasi Publik

Kimia Atau Organik

Diposting pada : 10 Mar 2018

Pilih mana ya..? Kimia atau Organik

        

Sebelum menentukan pilihan ada baiknya pahami dulu, apa itu kimia dan apa itu organik..

 

Budidaya Bertanam Secara Organik
----------------------------------------------

Bercocok tanam dengan metode organik merupakan metode atau cara budidaya tanaman  menggunakan tanah, dengan menitik beratkan pemenuhan unsur hara dalam tanah.  Namun ada hal yg perlu di ingat yaitu kondisi tanah tidak sama disemua tempat ada yang subur dan ada pula yang tidak.

Di daerah A misal, ada yang bagus untuk menanam suatu jenis tanaman tertentu.  sedangkan di daerah B belum tentu sebagus menanam di daerah A, dilain tempat bahkan tidak bisa ditanam atau kurang optimal.

Oleh karna perbedaan unsur hara dalam tanah para petani konvensional menambahkan fertilizer atau pupuk dengan membuat pupuk organik dengan cara composter, ataupun fermentasi dari bahan daun2an, kacang2an, bahkan kadang ada juga batang pohon, kotoran hewan, Dll.

Pupuk organik sendiri adalah pupuk yang Undetected Fertilizer atau nutrisi/pupuk yg tidak bisa di deteksi kadar ataupun jumlah unsur haranya apa saja yang terkandung dari hasil fermentasi ataupun hasil composter tersebut.

Karena dalam pembuatannya dengan cara composter atau fermentasi proses pembuatan pupuk tidak menganut aturan baku atau formulasi tidak baku, maka hasilnya pun juga tidak bisa diukur secara pasti.

Dengan tanpa melihat keburukan patogen-patogen tanah atau bakteri-bakteri yang terkandung di dalam proses/masa fermentasi.

Hasil tanam dari budidaya ini sehat dan hasil sangat baik jika penanamannya tanpa pestisida, tetapi jika dilihat dari segi patogen-patogen tanah maka akan sangat bisa membahayakan manusia, contohnya adalah bakteri e-coli dan salmonela.

Pernah suatu ketika terjadi wabah salmonela di sebuah negara dan setelah di teliti diketahui penyebabnya karena telah mengkonsumsi makanan yang ditanam dengan tehnik budidaya organic yaitu dengan mencampur kotoran hewan ayam yang masih baru/segar.

 

Budidaya Hidroponik
------------------------------------

Budidaya tanaman secara hidroponik adalah suatu tehnik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah yang mana tehniknya yaitu menekankan pemenuhan kebutuhan  unsur hara yang dibutuhkan tanaman tersebut di dalam air. Dengam kata lain air sebagai media dasar dalam pemenuhan unsur hara, bercocok tanam secara hidroponik semua menggunakan ukuran dalam pemberian nutrisi/pupuk nutrisi bagi tanamannya.

Nutrisi hidroponik dikategorikan detected fertilizer di karenakan kandungannya sangat jelas pengukuran unsur haranya sangat baik, karena telah diformulasikan dengan baik dan jelas unsur-unsur hara apa saja yang terkandung dalam sebuah produk abmix.

Dalam pemberian nutrisinya menggunakan bahan pupuk sintetis, yang merupakan fertilizer SOLUBLE, yaitu pupuk sintetis yang mudah larut dalam air, tanaman menyerap unsur hara ini dalam bentuk ion.

Nutrisi ABmix hidroponik berbeda dengan pupuk yang di gunakan dalam  pemupukan menggunakan media tanah, pupuk-pupuk untuk media tanah bersifat slow release/respon, yang apabila diaplikasikan masih membutuhkan waktu agar dapat di serap oleh tanaman, walaupun ada beberapa produk yang bisa digunakan untuk bahan formula ABmix.

Sedangkan pupuk/nutrisi hidroponik berifat fast respon, karena mudah terlarut dalam air, dan tanaman dapat dengan mudah menyerap unsur hara.

Hasil tanam hidroponik bersih dan sehat karena bebas pestisida, lebih renyah dan segar. 

Bahkan lebih sehat dari hasil bertanam di media tanah/konvensional.

 

Kesimpulan
-----------------------------

Dalam bercocok tanam, budidaya apapun sama baiknya, yang intinya adalah pemenuhan kebutuhan unsur hara makanan untuk tanaman, baik itu pupuk organik maupun anorganik, tanaman tidak mengenal yang disediakan petaninya apakah pupuk organik atau anorganik, tanaman hanya mengenal senyawa-senyawa berupa ION yang diserap tanaman untuk menghasilkan panen tanaman yang baik, menyehatkan dan segar.

Jadi bertanam dengan budidaya organik ataupun anorganik adalah pilihan masing-masing, dan mengetahui resiko masing-masing, tidak perlu memperdebatkan atau mempermasalahkan residu, karena di dalam bercocok tanam budidaya hidroponik maupun organik bebas dari residu tersebut. Dgn sama-sama free pestisida.

Janganlah memaksakan kehendak atau pilihan kita untuk mempengaruhi orang lain hanya untuk hal-hal yang bersifat pribadi, jadi mari kita bertanam dengan cara atau tehnik apapun.

Di negara eropa seperti Belanda mereka tidak peduli hasil tanam dilakukan dengan cara apa, namun mereka melihat dari hasil akhir, tanaman tersebut kaya akan vitamin dan menyehatkan.

sekian semoga bermanfaat..

informasi di himpun dari berbagai sumber..

www.ixosoft.com © 2017 Powered by